Bulan Agustus merupakan perayaan “Hari Ulang Tahun Rebuplik Indonesia” yaitu pada tanggal 17 Agustus yang dirayakan pada setiap tahunnya. Masyarakat menyambutnya dengan mempersiapkan ungkapan “Selamat” yang banyak ditemukan di koran, spanduk, baliho, iklan, slogan, poster, dan media sosial lainnya yang digunakan masyarakat sebagai media untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada negaranya.
Banyak ditemui bahwa masyarakat hanya asal dalam menulis tanpa menyadari dan memahami makna yang sebenarnya. Hal tersebut terlihat sepele tetapi berdampak dengan tata Bahasa Indonesia yang ada. Sebagai momen yang penuh sejarah, sebaiknya kita sebagai masyarakat dalam memberikan ungkapan di hari kemerdekaan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik penulisan HUT RI atau dirgahayu. Dengan demikian, kita dapat memberikan contoh penulisan yang benar pada generasi penerus bangsa.
Penambahan HUT setelah dirgahayu juga perlu diperhatikan. Kata “Dirgahayu” tidak boleh digabungkan dengan HUT. Hal tersebut memiliki arti yang tidak benar karena ungkapan “Dirgahayu HUT RI” berarti HUT yang diharapkan berumur panjang, bukan Republik Indonesia. HUT tidak mungkin berumur panjang karena hanya satu hari masanya. Ungkapan berumur panjang yang benar yaitu Rebuplik Indonesia. Jadi, penulisan yang tepat yaitu “Dirgahayu Republik Indonesia”.

Masyarakat kurang memperhatikan ungkapan “Selamat Ulang Tahun” pada penulisan angka. Sebagian besar angka ditulis sesudah nama negara, lembaga, dan individu yang sedang merayakan hari ulang tahun. Penulisan yang benar, angka diletakkan di bagian belakang setelah ungkapan “Selamat Ulang Tahun” yaitu “Selamat Ulang Tahun ke-80 Rebuplik Indonesia”. Penempatan angka tersebut menunjukkan urutan hari ulang tahun bukan jumlah negara. Jika kita menuliskan “Selamat Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80”, maka memiliki arti yang menunjukkan Republik Indonesia ke-80, berarti juga ada Republik Indonesia ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya. Sedangkan yang dimaksud dalam ungkapan tersebut yaitu hari ulang tahunnya yang ke-80 bukan Republik Indonesianya.
Bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-hari di masyarakat Indonesia. Jika kita tidak memperhatikan dalam penulisannya dapat berakibat terjadinya kesalahan antara pesan yang ingin disampaikan dengan kalimat yang diungkapkan. Dengan demikian, sebagai warga negara yang cinta tanah air dan bangga berbahasa Indonesia, kita harus menuliskan ucapan kemerdekaan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar.
Penulis: Alfina Dwi Damayanti, S.Pd.





